BANGKA BELITUNG — SUMBERHUKUM.ID, Himpunan Mahasiswa Perikanan Tangkap (HIMAPTA) Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar Fisheries Competition 2026, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan seminar bertema “Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Perikanan Tangkap yang Berkelanjutan Berbasis Ekonomi Biru”.
Kegiatan menghadirkan Dr. Arief Febrianto, S.Pi., M.Si. sebagai narasumber. Seminar diikuti mahasiswa Program Studi Perikanan Tangkap dari semua angkatan serta delegasi sejumlah himpunan mahasiswa di lingkungan UBB.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan (FPPK) UBB Riwan Kusmiadi, S.TP., M.Si., Ketua Jurusan Perikanan dan Kelautan Dr. Endang Bidayani, S.Pi., M.Si., Koordinator Program Studi Perikanan Tangkap Agung Priyambada, S.Pi., M.Pi., serta sejumlah dosen Program Studi Perikanan Tangkap.
Fisheries Competition 2026 diselenggarakan HIMAPTA UBB di bawah kepemimpinan Genta S. selaku Ketua HIMAPTA sekaligus penanggung jawab kegiatan, dengan Ferro Desviando sebagai Ketua Panitia Fisheries Competition 2026.
Wadah Pembelajaran dan Pengembangan Mahasiswa
Koordinator Program Studi Perikanan Tangkap UBB, Agung Priyambada, S.Pi., M.Pi., mengatakan Fisheries Competition 2026 merupakan salah satu kegiatan besar HIMAPTA UBB yang menjadi wadah pembelajaran mahasiswa melalui kegiatan akademik dan nonakademik.
“Ini merupakan kegiatan besar pertama yang diselenggarakan oleh HIMAPTA. Kegiatan ini menjadi jembatan pembelajaran, baik di bidang akademis melalui seminar maupun nonakademis melalui lomba mancing,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FPPK UBB, Riwan Kusmiadi, S.TP., M.Si., membuka secara resmi Fisheries Competition 2026. Ia menyampaikan bahwa kegiatan organisasi mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan bagi mahasiswa.
“Menjadi seorang pemimpin merupakan proses pembelajaran yang dimulai dari diri sendiri. Saya sangat mengapresiasi kegiatan HIMAPTA karena selain menghadirkan seminar, juga terdapat kegiatan yang bersifat fun berupa lomba mancing dan tetap berkaitan dengan bidang Perikanan Tangkap,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian Fisheries Competition 2026 dapat berjalan dengan baik serta memberikan pengalaman dan pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa.
Generasi Muda dan Ekonomi Biru
Dalam seminar, Dr. Arief Febrianto, S.Pi., M.Si., menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengembangkan perikanan tangkap melalui pendekatan ekonomi biru. Ia menjelaskan bahwa ekonomi biru menempatkan laut sebagai sumber daya sekaligus aset ekonomi jangka panjang. Pemanfaatannya perlu memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologis agar sumber daya laut tetap memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
“Ekonomi biru berbicara mengenai mata pencaharian dan bagaimana kita bekerja dengan memanfaatkan sumber daya. Salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam pemanfaatan sumber daya laut adalah perikanan tangkap. Karena itu, perikanan tangkap harus hadir di dalam konsep ekonomi biru,” jelasnya.
Menurut Dr. Arief Febrianto, generasi muda perlu memahami perkembangan teknologi untuk menciptakan inovasi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan nilai tambah produk perikanan.
“Generasi muda tidak hanya berbicara mengenai produksi, tetapi juga harus menggunakan teknologi yang lebih modern dan optimal sehingga dapat menciptakan peluang dan profesionalisme baru,” katanya.
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hasil perikanan dan membuka peluang pasar bernilai tambah, termasuk pasar premium dan ekspor. Menurutnya, peningkatan nilai ekonomi perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas hasil tangkapan dan kelestarian sumber daya laut.
“Jaga laut, jaga kualitas, dan jaga harga. Laut adalah aset ekonomi jangka panjang yang harus dijaga kelestariannya,” tegasnya.
Mahasiswa Aktif Berdiskusi
Seminar berlangsung interaktif. Mahasiswa Perikanan Tangkap dari berbagai angkatan aktif mengikuti sesi tanya jawab dan menyampaikan pertanyaan terkait pemanfaatan teknologi, peluang usaha, keberlanjutan sumber daya, serta tantangan pengembangan perikanan tangkap. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus memahami berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi sektor perikanan tangkap di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan keberlanjutan.
Melalui Fisheries Competition 2026, HIMAPTA UBB berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang memadukan aspek akademik, kepemimpinan, kreativitas, dan kegiatan organisasi. Rangkaian Fisheries Competition 2026 selanjutnya akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan akademik dan nonakademik, termasuk lomba mancing yang tetap berkaitan dengan bidang keilmuan Perikanan Tangkap.













